Category: Kebangsaan

  • Kapolda Metro Jaya Kunjungi SMAN 82 Jakarta dalam Program Polisi Peduli Pendidikan, Ajak Siswa Tingkatkan Wawasan dan Kemampuan Komunikasi

    Kapolda Metro Jaya Kunjungi SMAN 82 Jakarta dalam Program Polisi Peduli Pendidikan, Ajak Siswa Tingkatkan Wawasan dan Kemampuan Komunikasi

    Jakarta Selatan – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., melaksanakan kunjungan dinas ke SMA Negeri 82 Jakarta dalam rangka kegiatan Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK), Senin (2/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di SMAN 82 Jakarta, Jalan Daha II No. 15, Kelurahan Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus komunikasi langsung antara kepolisian dengan para pelajar.

    Kedatangan Kapolda Metro Jaya disambut oleh Kepala SMAN 82 Jakarta, Dr. Istiqomah, M.Si., beserta jajaran guru. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dir PPA Polda Metro Jaya Kombes Pol. Dr. Rita Wulandari Wibowo, S.I.K., M.H., Dir Binmas Polda Metro Jaya Kombes Pol. H.Y. Arief Satriyo, S.I.K., Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol. I Putu Yuni Setiawan, S.I.K., M.H., Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma, S.Sos., S.I.K., M.Sc., M.T., serta sejumlah pejabat kepolisian lainnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Metro Jaya berinteraksi langsung dengan para siswa melalui penyampaian materi dan sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan untuk mendorong para pelajar berpikir kritis, memperluas wawasan, serta memahami berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.

    Salah satu pembahasan yang disampaikan berkaitan dengan perubahan suhu dan cuaca panas. Kapolda mengajak para siswa memahami berbagai faktor yang dapat memengaruhi kondisi iklim dan lingkungan, sehingga generasi muda memiliki kepedulian terhadap persoalan lingkungan.

    Selain itu, Kapolda Metro Jaya juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa komunikasi tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pesan, tetapi juga membutuhkan kemampuan mendengarkan, memahami informasi, serta memperhatikan respons dan bahasa tubuh lawan bicara.

    Kapolda turut mengajak para siswa untuk lebih cermat dalam menerima dan mengolah informasi dari berbagai saluran komunikasi, baik media sosial, aplikasi pesan, media elektronik maupun media massa. Setiap informasi perlu ditelaah terlebih dahulu agar para pelajar mampu membedakan fakta dan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

    Dalam arahannya, Kapolda Metro Jaya juga menjelaskan alasan kehadiran kepolisian di lingkungan sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam mendidik, membimbing, serta menjaga generasi muda sebagai penerus bangsa.

    Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polri berupaya membangun kedekatan dengan dunia pendidikan sekaligus memberikan pembinaan kepada para pelajar agar tumbuh menjadi generasi yang berwawasan luas, berkarakter, disiplin, dan bertanggung jawab.

    Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama para siswa, kemudian Kapolda Metro Jaya melakukan perbincangan dengan Kepala SMAN 82 Jakarta di ruang kepala sekolah.

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap para pelajar, dalam kegiatan tersebut juga diberikan 10 bingkisan kepada siswa-siswi SMAN 82 Jakarta. Adapun jumlah siswa di sekolah tersebut tercatat sebanyak 640 orang.

    Kegiatan kunjungan dinas dan Polisi Peduli Pendidikan berakhir pada pukul 08.14 WIB. Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

    Melalui kegiatan ini, Polres Metro Jakarta Selatan bersama jajaran Polda Metro Jaya terus memperkuat sinergi dengan lingkungan pendidikan dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

  • Momen Khusyuk Kapolda Sumsel & UAS di Masjid Assa’adah

    Momen Khusyuk Kapolda Sumsel & UAS di Masjid Assa’adah

    Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Assa’adah Mapolda Sumsel pada Jumat (13/3) hari ini. Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho bersama jajaran personel melaksanakan Shalat Jumat dengan khatib istimewa, Ustaz Abdul Somad (UAS).

    Dalam khutbahnya, UAS memberikan pesan spiritual yang mendalam bagi seluruh keluarga besar Polri. Beliau menegaskan bahwa profesi kepolisian merupakan ladang ibadah yang luar biasa jika dijalankan dengan niat ikhlas dan penuh tanggung jawab.

    “Jabatan adalah amanah. Kekuasaan bukan untuk disalahgunakan, tetapi untuk menegakkan keadilan,” tegas Ustaz Abdul Somad dalam khutbahnya.

    Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, pun mengamini bahwa seragam yang dikenakan personel Polri adalah amanah yang harus menjadi sarana pelayanan terbaik bagi masyarakat dan negara.

    “Seragam yang kami kenakan adalah amanah. Tugas yang kami jalankan harus menjadi ladang ibadah untuk melayani masyarakat dan negara,” ujar Sandi Nugroho.

    Momentum ini menjadi kunci penguatan mental bagi personel menjelang Operasi Ketupat Musi 2026. Penguatan spiritual menjadi kunci penting bagi personel agar tetap profesional, jujur, dan humanis.

    Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :

    Call Center : 110 (Bebas Pulsa)

    “KAMI SIAP MELAYANI 24 JAM”

    #polripresisi #polriuntukmasyarakat #poldasumsel#humaspolri #kapoldasumsel

    @prabowo @gibran_rakabuming @listyosigitprabowo@shandinugroho95 @divisihumaspolri @polisi_indonesia

  • Seskab Teddy di Garis Depan Hadapi Kritik Publik

    Seskab Teddy di Garis Depan Hadapi Kritik Publik

    Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan pers di Pangkalan Angkatan Udara Galeao, Rio de Janeiro, Senin (7/7/2025).

    Foto: BPMI Setpres
    Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan pers di Pangkalan Angkatan Udara Galeao, Rio de Janeiro, Senin (7/7/2025).
    Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sering berada di garis depan saat banyak kalangan justru mengambil jarak dari polemik kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Ia dianggap berani ‘pasang badan’ ketika kritik publik menerpa.

    Langkah yang diambil Teddy, ujar pengamat komunikasi politik dan Direktur ksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara memperlihatkan keberanian sekaligus konsistensi menjalankan fungsi Seskab sebagai penghubung antara Presiden dan publik.

    ‘’Seskab mampu menjalankan fungsinya sebagai mediator kebijakan Presiden ke masyarakat. Itu diapresiasi publik,’’ katanya, Senin (9/3/2026). Teddy, jelas dia, kerap tampil ketika muncul berbagai kritik terkait kebijakan pemerintah.

    Contohnya, soal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Igor, Teddy mampu memberikan penjelasan kepada publik dengan baik. Baginya, langkah Teddy ini merupakan keberanian. Berdiri di ruang publik pada saat pemerintah menjadi target kritik.

    “Kehadiran Seskab yang menjelaskan langsung perspektif Presiden membantu publik memahami tujuan kebijakan dengan utuh,” katanya menegaskan.

    Dalam konteks ini, komunikasi Teddy terhadap publik bukan sekadar membela administrasi pemerintahan. Lebih jauh, jelas Igor, Teddy menjaga agar visi besar Presiden tidak terdistorsi berbagai narasi yang berkembang di ruang publik.

    Teddy pun ia anggap memahami arah kebijakan dan prioritas Presiden sehingga penjelasannya menjadi salah satu rujukan penting dalam memahami posisi resmi pemerintah. Peran Teddy ini penting agar masyarakat tahu gambaran utuh kebijakan Presiden.

    Kehadiran Teddy sebagai sosok yang selalu memberikan penjelasan atas visi Presiden, dibutuhkan dalam pemerintahan modern seperti sekarang ini. ‘’Tidak semua pejabat bersedia mengambil peran komunikasi di tengah tekanan kritik publik,’’ ujar Igor.

    Igor menyebut, kehadiran Seskab memaparkan penjelasan soal kebijakan pemerintah, ia pandang sebagai bagian untuk meningkatkan transparansi pemerintah.

    Komunikasi aktif yang dilakukan Teddy, jelas dia, menggambarkan Seskab tak hanya menjalankan fungsi administratif pemerintahan, juga memainkan peran strategis dalam memastikan pesan dan visi Presiden tersampaikan secara jelas kepada masyarakat.